Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China, dari sebelumnya memanas terkait perang dagang justru kini mengerucut ke perang teknologi. Adapun, sebagai efek tekanan yang diberikan Presiden AS Donald Trump terhadap Huawei justru membuat saham emiten teknologi tersebut tertekan dan memicu penurunan saham perusahaan teknologi lain di bursa AS dan Eropa.

bersama sebanyak 70 afiliasi Huawei yang ikut serta dimasukkan ke dalam daftar hitam bernama “entity list” tersebut.

Dimana seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar hitam ini dilarang membeli komponen dalam bentuk apapun dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS.

Salah seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan bahwa Huawei saat ini memang sangat bergantung pada para pemasok komponen dari Amerika Serikat.

Maka tak heran jutaan pemilik smartphone (ponsel pintar) Huawei di seluruh dunia tiba-tiba tertarik dengan segala isu tentang perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Kebijakan ini akan membuat Huawei kesulitan untuk mendapatkan pasokan komponen yang digunakan untuk mengembangkan bisnis telekomunikasinya.

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross mengatakan keputusan ini diambil agar teknologi yang dimiliki perusahaan asal Amerika Serikat tak disalahgunakan oleh pihak asing yang ingin merusak keamanan nasional.

Selain itu, larangan ini pada saat yang bersamaan juga mempengaruhi banyak perusahaan di AS karena tidak dapat bekerja sama dengan raksasa teknologi asal China itu.

Google merupakan salah satu di antara perusahaan-perusahaan yang menangguhkan bisnisnya dengan Huawei.

Anak perusahaan Alphabet Inc. ini menghentikan akses Huawei ke teknologi Androidnya, kecuali yang tersedia sebagai teknologi open source.

Bentuk kerja sama yang ditangguhkan Google adalah jenis yang mewajibkan adanya transfer peranti keras, peranti lunak, dan layanan teknis.

Trump mengancam akan mengenakan tarif lebih tinggi atas hampir seluruh barang impor China. Di sisi lain, China juga mengirim ancaman yang sama.

Penangguhan kerja sama itu bisa membuat ponsel-ponsel bermerek Huawei tak lagi bisa mengakses Android dan tak bisa memperbarui sistem operasi mereka.

Huawei merupakan salah satu pabrikan yang mengandalkan Android, sistem operasi buatan Google, sebagai otak ponsel-ponsel mereka. Ada lebih dari 2,5 miliar ponsel bersistem Android di dunia saat ini.

Dampak lain dari perang dagang ini, Huawei terancam tidak bisa mengakses sejumlah aplikasi andalan Google seperti Gmail, Maps, hingga Youtube dan hanya bisa menggunakan Android versi publik.

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa langkah ini diambil setelah Departemen Kehakiman AS mengeluarkan dakwaan bahwa Huawei menjalin konspirasi dengan Iran.

Huawei juga dituding terlibat dalam aktivitas yang membahayakan keamanan nasional AS.

Pemerintah AS mencurigai adanya niatan China menggunakan perangkat-perangkat bikinan Huawei untuk memata-matai negara lain.

Dengan adanya pernyataan seperti itu, pihak Huawei menanggapi kebijakan ini, Huawei mengatakan bahwa pihaknya menentang keputusan yang dikeluarkan oleh Biru Industri dan Keamanan (BIS) Kementerian Perdagangan AS tersebut.

Huawei menilai keputusan tersebut juga dapat memberi dampak ekonomi pada perusahaan AS yang bekerjasama dengan Huawei. Huawei mengatakan:

Salah satu petinggi Huawei, Guo Ping yang menjabat Deputy Chairman of the Board and Rotating Chairman, rupanya juga ikut kesal.

Ping melontarkan pernyataan keras dengan menuding AS tidak mampu bersaing, sehingga harus menjelek-jelekan Huawei dengan tuduhan menjalankan aktivitas mata-mata untuk China.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here